Jumat, 30 Maret 2012

TUGAS 3


MENEMUKAN MASALAH-MASALAH PETANI UNTUK DICARIKAN SOLUSINYA SEBAGAI UPAYA MENOLONG MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MEREKA

ABSTRAK
 
Setiap mahluk hidup di dunia ini membutuhkan pangan untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Petani sebagai insan yang berperan menghasilkan bahan pangan kondisinya sangat memprihatinkan.petani menghadapi banyak  permasalahan dalam perannya menghasilkan bahan pangan. Permasalahan petani dan pertanian di Indonesia begitu kompleks baik secara makro maupun mikro. Pada tingkat petani masalah petani juga semakin banyak. Masalah tersebut diantaranya rendahnya pengetahuan/wawasan,  rendahnya tingkat keterampilan, kurangnya motivasi, tidak memiliki kemampuan pengelolaan usaha tani, kurangnya dukungan atas modal dan sarana produksi usaha tani, kurangnya dukungan kebijakan pemerintah, pembimbingan dan conseling berupa penyuluhan belum dapat dilakukan sesuai dengan tujuan. A kibat dari  banyaknya masalah ini hasil produksi dari para petani pun jelas sangat  menurun. Akibat dari  produktivitas pertanian yang menurun, para petani pun terdorong untuk mencapai equilibrium (keseimbangan) atau beralih fungsi lahan ‘dari pertaanian ke non-pertanian’.  Akibat dari alih fungsi lahan ini adalah  Konversi lahan, dan penurunan kuantitas lahan pertanian . Dan dapat dilihat setengah dari petani itu, 50% adalah petani yang memiliki lahan yang sempit, kurang dari 0,5 ha bahkan tuna kisma, sehingga sebagian besar  bekerja sebagai  buruh perkebunan.
Padahal secara garis besar pertanian harus selalu dikembangkan, karena kebutuhan manusia akan selalu bertambah, ini ditandai oleh pertumbuhan penduduk indonesia yang terus meningkat,  dari pertumbuhan yang terus meningkat  bahan pangan juga akan bertambah banyak,dan untuk pemenuhan bahan pangan yang semakin bertambah ini, pastinya kita juga memerlukan pertambahan lahan pertanian untuk menambah hasil produksi bahan pangan. Tetapi kenyataannya, malah yang terjadi adalah sebaliknya. Ini dilihat dari semakin lama lahan pertanian kita semakin berkurang akibat dari alih fungsi lahan, dan juga hasil produksi pertanian yang semakin berkurang, akibat dari hal tersebut belakangan inipun pemerintah banyak melakukan impor bahan pangan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri. Untuk memperbaiki segala ketimpangan ini  atau untuk meningkatkan kuantitas (hasil produksi) pertanian kita haruslah diimbangi oleh program-program atau fasilitas-fasilitas yang memadai yang dilakukan oleh pemerintah.  Program-program terrsebut adalah  
1).Program peningkatan ketahanan pangan, program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan daan keberlanjutan ketahanan pangan sampai ketingkat rumah tangga sebagai bagian dari ketahanan nasional.  
2). Program pengembangan agribisnis,  program ini bertujuan untuk memfasilitasi berkembangnya usaha agribisnis yang mencakup usaha dibidang agribisnis hulu, on farm, hilir dan usaha jasa pendukungnya.
3). Program peningkatan kesejahteraan petani, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing masyarakat pertanian, terutama petani yang tidak dapat menjangkau akses terhadap sumberdaya usaha pertanian. Kegiatan pokok yang akan dilakukan dalam program ini adalah: -Revitalisasi sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang secara  intensif perlu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah baik propinsi maupun kabupaten; -penumbuhan dan penguatan lembaga pertanian dan perdesaan untuk meningkatkan posisi tawar petani dan nelayan; -penyederhanaan mekanisme dukungan kepada petani dan pengurangan hambatan usaha pertanian; - pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia pertanian (a.l. petani, penyuluh, dan aparat Pembina; -perlindungan terrhadap petani dari persaingan usaha yang tidak sehat dan perdagangan yang tidak adil; -pengembangan upaya pengentasan kemiskinan. Untuk program penyuluhan diatas, para penyuluh diharapkan berkepribadian sesuai dengan profesinya sebagai penyuluh dengan menerapkan anjuran-anjuran, karena ini adalah demi kesejahteraan Negeri.

IEB08
Kristianto Nadeak 29211243
Andri Apriyan K 28211115
Satria Bintang U 26211630
Stanley Arson Situmorang 29211436
Daniel Eric Thendean 21211728

Rabu, 14 Maret 2012

dampak positif dan negatif perekonomian indonesia

                

Nama : stenley arson situmorang
Npm : 29211436
Kelas : 1EB08

Sistem Perekonomian Indonesia Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu ataupun kepada organisasi di negara tersebut. Perbedaan yang paling mendasar dari berbagai sistem ekonomi yang ada terletak pada bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Ada sistem yang memperbolehkan seorang individu memiliki semua faktor produksi tetapi ada juga sistem yang tidak memperbolehkan hal ini sehingga semua faktor produksi di pegang oleh pemerintah. Secara umum ada tiga macam sistem perekonomian yang dikenal di dunia, yaitu : 1. Sistem Ekonomi Pasar (Kapitalisme) Di dalam sistem ini setiap orang diberi kebebasan unutk melaksanakan kegiatan perekonomian, baik dalam hal kegiatan menjual dan membeli barang yang mereka inginkan serta kebebasan dalam memiliki faktor-faktor produksi. Semua orang bebas bersaing untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya, sebagai akibatnya barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran dan permintaan pasar. Beberapa ciri-ciri sistem ekonomi pasar, antara lain : a. Penjaminan atas hak milik perseorangan/swasta b. Kebebasan penuh dalam berusaha c. Motif mementingkan diri sendiri d. Terjadinya persaingan bebas e. Harga ditentukan oleh mekanisme pasar f. Peranan pemerintah terbatas 2. Sistem Ekonomi Terencana (Sosialisme) Di dalam sistem ekonomi sosialis pemerintah diharuskan memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi, namun kepemilikkan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara. Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Adapun beberapa ciri-ciri sistem ekonomi sosialis, yaitu : a. Semua faktor produksi dikuasai oleh negara sehingga kepemilikkan individu dan swasta tidak diakui. b. Negara sepenuhnya mengatur kegiatan ekonomi seperti produksi, konsumsi, dan distribusi. c. Output dibagikan merata kepada masyarakat. d. Semua permasalahan perekonomian yang timbul dipecahkan oleh pemerintah pusat. 3. Sistem Ekonomi Campuran Sistem ini timbul sebagai akibat dari kegagalan sistem ekonomi pasar yang terlalu ketat, demikian juga halnya dengan sistem ekonomi terencana, tidak mampu menghilangkan kelas-kelas dalam masyarakat sehingga muncullah sistem ekonomi campuran. Dalam sistem ekonomi campuran, persoalan perekonomian yang timbul sebagian dipecahkan melalui mekanisme pasar dan sebagian lagi dipecahkan melalui perencanaan pemerintah pusat. Beberapa ciri sistem ekonomi campuran, diantaranya : a. Hak milik individu atas faktor-faktor produksi diakui, tetapi ada pembatasan dari pemerintah. b. Campur tangan pemerintah dalam perekonomian hanya menyangkut faktor-faktor yang menguasai hajat hidup orang banyak. c. Kebebasan bagi individu unutk berusaha tetap ada sehingga setiap individu memiliki hak untuk mengembangkan kreativitasnya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Sistem perekonomian Indonesia mengarah kepada suatu bentuk baru yang disebut sistem ekonomi Pancasila sesuai dengan falsafah dan pandangan hidupnya Pancasila, ciri-cirinya sebagai berikut : · Pemilihan barang konsumsi bekas terkendali · Pemilihan faktor produksi negara, swasta, dan koperasi · Mekanisme pembentukan harga barang pasar terkendali · Pengambilan keputusan desentralisasi, musyawarah untuk mufakat · Insentif material dan moral Sistem perekonomian Indonesia diatur dan diarahkan oleh Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, khususnya pasal 33, dan Garis-garis Besar Haluan Negara. Dalam demokrasi harus dihindarkan ciri-ciri negatif, sebagai berikut : v Sistem free fight liberalisme (persaingan bebas) v Sistem etatisme (negara dan aparatur ekonomi negara bersifat dominan) v Monopoli (pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok) Pelaku-pelaku Ekonomi dalam Sistem Perekonomian Indonesia Setiap negara mempunyai permasalahan ekonomi dan setiap negara mempunyai cara tersendiri dalam mengatasinya. Ada negara yang dengan tegas menentukan bahwa pemerintah yang harus mengatasi setiap masalah ekonomi, dan pemerintahlah pula yang mengatur semua kegiatan ekonomi. Sebaliknya ada negara yang berpendapat bahwa dalam mengatasi setiap masalah ekonomi dan mengatur semua kegiatan ekonomi diserahkan pada pihak swasta. Selain itu ada juga negara yang mencari jalan tengah antara keduanya. Bagaimana setiap negara menjawab permasalahan-permasalahan ekonomi menunjukkan sistem ekonomi yang dianutnya. Dalam rangka menjalankan sistem ekonominya, negara akan membutuhkan pelaku-pelaku ekonomi. Terdapat tiga pelaku utama yang menjadi kekuatan sistem perekonomian di Indonesia, yaitu perusahaan negara (pemerintah), perusahaan swasta, dan koperasi. Ketiga pelaku ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian sikap saling mendukung di antara pelaku ekonomi sangat dibutuhkan dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan. 1. Pemerintah (BUMN) a. Pemerintah sebagai Pelaku Kegiatan Ekonomi Peran pemerintah sebagai pelaku kegiatan ekonomi berarti pemerintah melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi. 1 ) Kegiatan produksi Pemerintah dalam menjalankan perannya sebagai pelaku ekonomi, mendirikan perusahaan negara atau sering dikenal dengan sebutan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sesuai dengan UU No. 19 Tahun 2003, BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN dapat berbentuk Perjan (Perusahaan Jawatan), Perum (Perusahaan Umum), dan Persero (Perusahaan Perseroan). BUMN memberikan kontribusi yang positif untuk perekonomian Indonesia. Pada sistem ekonomi kerakyatan, BUMN ikut berperan dalam menghasilkan barang atau jasa yang diperlukan dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pelaksanaan peran BUMN tersebut diwujudkan dalam kegiatan usaha hampir di seluruh sektor perekonomian, seperti sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, manufaktur, pertambangan, keuangan, pos dan telekomunikasi, transportasi, listrik, industri, dan perdagangan serta konstruksi. BUMN didirikan pemerintah untuk mengelola cabang-cabang produksi dan sumber kekayaan alam yang strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Misalnya PT Dirgantara Indonesia, PT Perusahaan Listrik Negara, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), PT Pos Indonesia, dan lain sebagainya. Perusahaan-perusahaan tersebut didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, serta untuk mengendalikan sektor-sektor yang strategis dan yang kurang menguntungkan. 2 ) Kegiatan konsumsi Pemerintah juga membutuhkan barang dan jasa untuk menjalankan tugasnya. Seperti halnya ketika menjalankan tugasnya dalam rangka melayani masyarakat, yaitu mengadakan pembangunan gedung-gedung sekolah, rumah sakit, atau jalan raya. Tentunya pemerintah akan membutuhkan bahan-bahan bangunan seperti semen, pasir, aspal, dan sebagainya. Semua barang-barang tersebut harus dikonsumsi pemerintah untuk menjalankan tugasnya. Contoh-contoh mengenai kegiatan konsumsi yang dilakukan pemerintah masih banyak, seperti membeli barang-barang untuk administrasi pemerintahan, menggaji pegawai-pegawai pemerintah, dan sebagainya. 3 ) Kegiatan distribusi Selain kegiatan konsumsi dan produksi, pemerintah juga melakukan kegiatan distribusi. Kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah dalam rangka menyalurkan barang-barang yang telah diproduksi oleh perusahaanperusahaan negara kepada masyarakat. Misalnya pemerintah menyalurkan sembilan bahan pokok kepada masyarakat-masyarakat miskin melalui BULOG. Penyaluran sembako kepada masyarakat dimaksudkan untuk membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan hidupnya. Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh pemerintah harus lancar. Apabila kegiatan distribusi tidak lancar akan memengaruhi banyak faktor seperti terjadinya kelangkaan barang, harga barang-barang tinggi, dan pemerataan pembangunan kurang berhasil. Oleh karena itu, peran kegiatan distribusi sangat penting. b . Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di bidang ekonomi tidak hanya berperan sebagai salah satu pelaku ekonomi, akan tetapi pemerintah juga berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan terhadap jalannya roda perekonomian demi tercapainya tujuan pembangunan nasional. 2. Swasta (BUMS) BUMS adalah salah satu kekuatan ekonomi di Indonesia. BUMS merupakan badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh pihak swasta. Tujuan BUMS adalah untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. BUMS didirikan dalam rangka ikut mengelola sumber daya alam Indonesia, namun dalam pelaksanaannya tidak boleh bertentangan dengan peraturan pemerintah dan UUD 1945. BUMS dalam melakukan perannya mengandalkan kekuatan pemilikan modal. Perkembangan usaha BUMS terus didorong pemerintah dengan berbagai kebijaksanaan. Perusahaan-perusahaan swasta sekarang ini telah memasuki berbagai sektor kehidupan antara lain di bidang perkebunan, pertambangan, industri, tekstil, perakitan kendaraan, dan lain-lain. Perusahaan swasta terdiri atas dua bentuk yaitu perusahaan swasta nasional dan perusahaan asing. 3. Koperasi Badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Dampak Positif Bagi Bisnis dan Perekonomian Hubungan diploma antara Indonesia dan Amerika menjadi terlihat lebih baik Melihat bahwa banyak potensi potensi anak bangsa yang dapat berkembang seperti halnya obama Menandakan bahwa AS membuka diri secra langsung untuk menjalin hubungan internasional terhadap bangsa kita Pemberitaan tentang kedatangan Barack Obama terdengar hingga ke mancanegara sehingga popularitas negara Indonesia pun ikut terdongkrak Harus menandai peningkatan kerja sama di berbagai program, terutama di bidang ekonomi dan investasi, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia Melalui peningkatan kerja sama dan hubungan baik kedua negara, Indonesia bisa menarik investor AS lebih banyak untuk meningkatkan nilai investasi di Indonesia serta menjadi AS sebagai pasar ekspor Indonesia Akan dapat menjadikan simbol kepercayaan internasional terhadap Indonesia Mengangkat nama Indonesia melalui liputan internasional dari kunjungannya Dampak Negatif Bagi Bisnis dan Perekonomian Sterilisasi area yang dilakukan pihak keamanan terlalu berlebihan sehingga membuat warga sekitar Jakarta dan Depok kebingungan memilih jalan untuk keluar Menyebabkan beberapa ruas jalan di ibukota mengalami penutupan/pengalihan sementara yang mengakibatkan sangat tersendatnya arus lalu lintas dibandingkan dengan sebelumnya sehingga hal tersebut sangat merugikan semua pengguna jalan Kedatangan Barack Obama bertepatan dengan Hari Pahlawan, biasanya setiap tanggal 10 November tepat pukul 10 media elektronik banyak yang menyuguhi liputan berita tentang perlunya mengheningkan cipta bagi para pahlawan bangsa dijalan-jalan, tapi kelihatannya hari ini lebih memilih untuk meliput perjalanan presiden AS tersebut. Barack Obama yang menurut jadual akan mampir ke Taman Makam Pahlawan Kalibata justru membatalkan agenda tersebut dan memlilih untuk mempercepat jadual kunjungannya Seharusnya dana yang kita keluarkan untuk menyambut kedatangan Barack Obama lebih baik digunakan untuk memberikan bantuan kepada korban bencana alam yang lebih membutuhkan Sumber : http://irmamino.wordpress.com/  http://riogunosaktio13.blogspot.com/ http://riogunosaktio13.blogspot.com/ http://riogunosaktio13.blogspot.com/