MENEMUKAN
MASALAH-MASALAH PETANI UNTUK DICARIKAN SOLUSINYA SEBAGAI UPAYA MENOLONG
MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN MEREKA
ABSTRAK
Setiap
mahluk hidup di dunia ini membutuhkan pangan untuk menjaga kelangsungan
hidupnya. Petani sebagai insan yang berperan menghasilkan bahan pangan
kondisinya sangat memprihatinkan.petani menghadapi banyak permasalahan
dalam perannya menghasilkan bahan pangan. Permasalahan petani dan
pertanian di Indonesia begitu kompleks baik secara makro maupun mikro.
Pada tingkat petani masalah petani juga semakin banyak. Masalah tersebut
diantaranya rendahnya pengetahuan/wawasan, rendahnya tingkat
keterampilan, kurangnya motivasi, tidak memiliki kemampuan pengelolaan
usaha tani, kurangnya dukungan atas modal dan sarana produksi usaha
tani, kurangnya dukungan kebijakan pemerintah, pembimbingan dan
conseling berupa penyuluhan belum dapat dilakukan sesuai dengan tujuan. A
kibat dari banyaknya masalah ini hasil produksi dari para petani pun
jelas sangat menurun. Akibat dari produktivitas pertanian yang
menurun, para petani pun terdorong untuk mencapai equilibrium
(keseimbangan) atau beralih fungsi lahan ‘dari pertaanian ke
non-pertanian’. Akibat dari alih fungsi lahan ini adalah Konversi
lahan, dan penurunan kuantitas lahan pertanian . Dan dapat dilihat
setengah dari petani itu, 50% adalah petani yang memiliki lahan yang
sempit, kurang dari 0,5 ha bahkan tuna kisma, sehingga sebagian besar
bekerja sebagai buruh perkebunan.
Padahal secara garis besar pertanian harus selalu dikembangkan, karena kebutuhan manusia akan selalu bertambah, ini ditandai oleh pertumbuhan penduduk indonesia yang terus meningkat, dari pertumbuhan yang terus meningkat bahan pangan juga akan bertambah banyak,dan untuk pemenuhan bahan pangan yang semakin bertambah ini, pastinya kita juga memerlukan pertambahan lahan pertanian untuk menambah hasil produksi bahan pangan. Tetapi kenyataannya, malah yang terjadi adalah sebaliknya. Ini dilihat dari semakin lama lahan pertanian kita semakin berkurang akibat dari alih fungsi lahan, dan juga hasil produksi pertanian yang semakin berkurang, akibat dari hal tersebut belakangan inipun pemerintah banyak melakukan impor bahan pangan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri. Untuk memperbaiki segala ketimpangan ini atau untuk meningkatkan kuantitas (hasil produksi) pertanian kita haruslah diimbangi oleh program-program atau fasilitas-fasilitas yang memadai yang dilakukan oleh pemerintah. Program-program terrsebut adalah
1).Program peningkatan ketahanan pangan, program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan daan keberlanjutan ketahanan pangan sampai ketingkat rumah tangga sebagai bagian dari ketahanan nasional.
2). Program pengembangan agribisnis, program ini bertujuan untuk memfasilitasi berkembangnya usaha agribisnis yang mencakup usaha dibidang agribisnis hulu, on farm, hilir dan usaha jasa pendukungnya.
3). Program peningkatan kesejahteraan petani, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing masyarakat pertanian, terutama petani yang tidak dapat menjangkau akses terhadap sumberdaya usaha pertanian. Kegiatan pokok yang akan dilakukan dalam program ini adalah: -Revitalisasi sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang secara intensif perlu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah baik propinsi maupun kabupaten; -penumbuhan dan penguatan lembaga pertanian dan perdesaan untuk meningkatkan posisi tawar petani dan nelayan; -penyederhanaan mekanisme dukungan kepada petani dan pengurangan hambatan usaha pertanian; - pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia pertanian (a.l. petani, penyuluh, dan aparat Pembina; -perlindungan terrhadap petani dari persaingan usaha yang tidak sehat dan perdagangan yang tidak adil; -pengembangan upaya pengentasan kemiskinan. Untuk program penyuluhan diatas, para penyuluh diharapkan berkepribadian sesuai dengan profesinya sebagai penyuluh dengan menerapkan anjuran-anjuran, karena ini adalah demi kesejahteraan Negeri.
IEB08
Kristianto Nadeak 29211243
Andri Apriyan K 28211115
Satria Bintang U 26211630
Stanley Arson Situmorang 29211436
Daniel Eric Thendean 21211728
Padahal secara garis besar pertanian harus selalu dikembangkan, karena kebutuhan manusia akan selalu bertambah, ini ditandai oleh pertumbuhan penduduk indonesia yang terus meningkat, dari pertumbuhan yang terus meningkat bahan pangan juga akan bertambah banyak,dan untuk pemenuhan bahan pangan yang semakin bertambah ini, pastinya kita juga memerlukan pertambahan lahan pertanian untuk menambah hasil produksi bahan pangan. Tetapi kenyataannya, malah yang terjadi adalah sebaliknya. Ini dilihat dari semakin lama lahan pertanian kita semakin berkurang akibat dari alih fungsi lahan, dan juga hasil produksi pertanian yang semakin berkurang, akibat dari hal tersebut belakangan inipun pemerintah banyak melakukan impor bahan pangan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri. Untuk memperbaiki segala ketimpangan ini atau untuk meningkatkan kuantitas (hasil produksi) pertanian kita haruslah diimbangi oleh program-program atau fasilitas-fasilitas yang memadai yang dilakukan oleh pemerintah. Program-program terrsebut adalah
1).Program peningkatan ketahanan pangan, program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan daan keberlanjutan ketahanan pangan sampai ketingkat rumah tangga sebagai bagian dari ketahanan nasional.
2). Program pengembangan agribisnis, program ini bertujuan untuk memfasilitasi berkembangnya usaha agribisnis yang mencakup usaha dibidang agribisnis hulu, on farm, hilir dan usaha jasa pendukungnya.
3). Program peningkatan kesejahteraan petani, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing masyarakat pertanian, terutama petani yang tidak dapat menjangkau akses terhadap sumberdaya usaha pertanian. Kegiatan pokok yang akan dilakukan dalam program ini adalah: -Revitalisasi sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang secara intensif perlu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah baik propinsi maupun kabupaten; -penumbuhan dan penguatan lembaga pertanian dan perdesaan untuk meningkatkan posisi tawar petani dan nelayan; -penyederhanaan mekanisme dukungan kepada petani dan pengurangan hambatan usaha pertanian; - pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia pertanian (a.l. petani, penyuluh, dan aparat Pembina; -perlindungan terrhadap petani dari persaingan usaha yang tidak sehat dan perdagangan yang tidak adil; -pengembangan upaya pengentasan kemiskinan. Untuk program penyuluhan diatas, para penyuluh diharapkan berkepribadian sesuai dengan profesinya sebagai penyuluh dengan menerapkan anjuran-anjuran, karena ini adalah demi kesejahteraan Negeri.
IEB08
Kristianto Nadeak 29211243
Andri Apriyan K 28211115
Satria Bintang U 26211630
Stanley Arson Situmorang 29211436
Daniel Eric Thendean 21211728