Sabtu, 28 April 2012

TUGAS 6


Nama : Stenley Arson Situmorang
Kelas : 1EB08
NPM : 29211436

       FAKTOR FAKTOR YANG MEMEMPENGARUHI INVESTASI DALAM PEREKONOMIAN SUATU NEGARA
“Faktor apakah yang paling mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian di suatu negara?” Hal ini perlu kita ketahui bersama agar negara kita,yaitu Indonesia dapat menjadi salah satu tempat tujuan investor dalam menanamkan modalnya. Seperti yang kita ketahui, aktivitas investasi merupakan faktor yang sangat penting dalam menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Namun ada berbagai pertimbangan yang dirasa perlu oleh para investor yang membuat harapan masuknya investasi, terutama investasi asing terkadang masih sulit untuk diwujudkan di Indonesia. Faktor yang dapat mempengaruhi investasi yang dijadikan bahan pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya, antara lain:
1.      Faktor kestabilan perekonomian suatu Negara,
2.      Faktor perubahan dan perkembangan teknologi
3.      Faktor tingkat suku bunga
4.      Faktor prospek ekonomi di masa yang akan datang
1. Faktor Kestabilan Perekonomian Suatu Negara 
Factor kestabilan perekonomian suatu Negara yang dirasa penting bagi investor dalam menjamin kepastian mereka berinvestasi. Mengenai masalah kestabilan perekonomian, merupakan suatu pertimbangan yang penting dalam melakukan investasi. Kabar baiknya adalah bahwa Indonesia, menurut Kepala Ekonom DBS Bank David Carbon, saat ini menjadi salah satu negara sasaran investasi yang ideal karena memiliki struktur perekonomian yang cenderung stabil.

2. Factor Perubahan dan Perkembangan Teknologi
Faktor kemajuan teknologi juga penting dalam akan meningkatkan efisiensi produksi dan
mengurangi biaya produksi. Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara akan memberikan peluang lebih besar pula untukdapat mendorong masuknya lebih banyak investasi.

3. Factor Singkat Suku Bunga
Faktor ini juga tidak kalah pentingnya dalam menentukan tingkat investasi yang terjadi dalam suatu negara. Apabila di suatu negara tingkat suku bunganya rendah, maka tingkat investasi yang terjadi akan tinggi karena kredit dari bank masih menguntungkan untuk mengadakan investasi. Sebaliknya apabila tingkat bunga tingginya, maka investasi dari kredit bank pun akan tidak menguntungkan.
4. Faktor Prospek Ekonomi di Masa yang akan Datang
Menurut hasil polling yang pada website beritadaerah.com, didapatkan hasil bahwa prospek ekonomi di masa datanglah yang merupakan faktor yang paling mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian suatu negara. Tidak dapat dipungkiri, harapan untuk adanya suatu peningkatan aktivitas perekonomian di masa datang merupakan salah satu faktor penentu untuk para investor dalam melakukan atau tidaknya suatu investasi. Jika diperkirakan akan terjadi peningkatan aktivitas perekonomian di masa yang akan datang, maka investor kemungkinan besar tidak akan menyia-nyiakan peluang yang memungkinkan untuk meraih keuntungan lebih besar di masa yang datang.
Adanya investasi dapat menjadi salah satu tolak ukur kemakmuran bagi suatu negara dan juga  masyarakatnya. Dengan adanya kegiatan investasi dapat  memungkinkan masyarakat untuk dapat  meningkatkan kegiatan ekonomi dan memperoleh kesempatan kerja, sedangkan bagi negara, kegiatan investasi dapat meningkatkan pendapatan nasional. Semuanya itu berujung pada satu kata yaitu, “kemakmuran”. Mari kita berharap, ke depannya Indonesia akan semakin baik lagi dan dapat menjadi salah satu  tempat ideal bagi para investor untuk melakukan kegiatan investasi.
B.                 FACTOR FACTOR PENENTU PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUK EKONOMI
Kesejahteraan masyarakat dari aspek eknomi dapat diukur dengan tingkat pendapatan nasional perkapita. Untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional, maka pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu target yang sangat penting yang harus dicapai dalam proses pembangunan ekonomi. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pada awal pembagnunan ekonomi suatu Negara, umumnya perencanaan pembangunan eknomi berorientasi pada masalah pertumbuhan. Untuk Negara-negara seperti Indonesia yang jumlah penduduknya sangat besar dan tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi ditambah kenyataan bahwa penduduk Indonesia dibawah garis kemiskinan juga besar, sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi sangat penting dan lajunya harus jauh lebih besar dari laju pertumbuhan penduduk agar peningkatan pendapatan masyarakat perkapita dapat tercapai.Pertumbuhan ekonomi dapat menurunkan tingkat kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan jumlah pekerja yang cepat dan merata. Pertumbuhan ekonomi juga harus disertai dengan program pembangunan sosial (ADB, 2004
1. Factor Factor Penentu Prospek Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atau suatu keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan. Karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan sendirinya kebutuhan konsumsi sehari-hari juga bertambah setiap tahun, maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun. Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor non-ekonomi.
Faktor ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sebagai berikut:
Ø  Sumber saya alam
Ø  Sumber daya manusia
Ø  Sumber daya modal
Ø  Keahlian atau kewirausahaan
Sumber daya alam yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang dan hasil laut sangat memengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada. Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
Faktor nonekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut:
Ø  Kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat
Ø  Keadaan politik
Ø  Kelembagaan
Ø  System yang berkembang dan berlaku
2. Perubahan Struktur Ekonomi
Ada beberapa faktor yang menentukan terjadinya perubahan struktur ekonomi antara lain :
Ø  Produktivitas tenaga kerja per sektor secara keseluruhan
Ø  Adanya modernisasi dalam proses peningkatan nilai tambah dari bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi.
Ø  Kreativitas dan penerapan teknologi yang disertai kemampuan untuk memperluas pasar produk/jasa yang dihasilkannya.
Ø   Kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan dan pengembangan sektor dan komoditi unggulan
Ø   Ketersediaan infrastruktur yang menentukan kelancaran aliran distribusi barang dan jasa serta mendukung proses produksi.
Ø  Kegairahan masyarakat untuk berwirausaha dan melakukan investasi secara terus-menerus
Ø  Adanya pusat-pusat pertumbuhan baru yang muncul dalam wilayah daerah
Ø  Terbukanya perdagangan luar daerah dan luar negeri melalui ekspor-impor
Struktur perekonomian adalah besar share lapangan usaha terhadap total PDRB baik atas dasar harga yang berlaku maupun harga konstan. Dengan mengetahui struktur perekonomian, maka kita dapat menilai konsentrasi lapangan usaha yang sangat dominan pada suatu daerah. Biasanya terdapat hubungan antara lapangan usaha dan penduduk suatu daerah. Menurut Teori Lewis, perekonomian suatu daerah harus mengalami transformasi struktural dari tradisional ke industri, yang ditunjukkan dengan semakin besarnya kontribusi sektor non pertanian dari waktu ke waktu terhadap total PDRB. Dalam kaitannya dengan transformasi struktural, beberapa hal yang perlu mendapat perhatian adalah :
Pertama, kenaikan riil share pada sektor primer dapat saja dipahami apabila diikuti dengan peningkatan produktvitas yang ikut membawa dampak positif pada upah rata-rata, khususnya di sektor pertanian.
Kedua, perlu diupayakan peningkatan nilai tambah pada sektor sekunder, yakni industri pengolahan, khususnya industri skala kecil dan menengah yang dibangun dengan basis pertanian. Hal ini mengandung arti bahwa industri yang hendak dikembangkan harus dapat mendorong dan menyerap hasil dari sektor pertanian.
Ketiga, berkenaan dengan sektor tersier, hendaknya pengembangan sektor perdagangan harus terus dikembangkan dalam rangka memperluas pasar pada sektor primer dan sekunder, termasuk perdagangan yang bersifat ekspor (keluar daerah dan ke luar negeri). Sementara perkembangan sektor hotel, restoran harus dipadukan dengan pembangunan pariwisata guna menumbuhkan sektor tersebut dan industri pendukung wisata lainnya, seperti: transportasi, komunikasi, souvenier dan jasa hiburan. Di samping itu, pengembangan sub sektor tersier yang produktif harus terus ditingkatkan, misalnya melalui pembangunan pariwisata yang lebih intensif, transformasi dan revitalisasi sektor informal menjadi sektor formal yang lebih menekankan skill dan pengetahuan.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.bimakab.go.id/index.php?pilih=hal&id=34
http://irdye07.blogspot.com/2010/11/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-sejak.html
http://ekonomindo.blogspot.com/2009/04/pertumbuhan-dan-perubahan-struktur.html
http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=114

Sabtu, 14 April 2012

TUGAS 5

Nama : Stenley Situmorang
kelas : 1EB08
Npm :  29211436
 
Masalah kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Masalah kemiskinan adalah salah satu masalah yang cukup tinggi untuk suatu Negara, karena Negara bisa dikatakan maju bila rakyat nya sudah sejahtera dan kemiskinan ini juga bisa menjadi tolak ukur apakah pembagunan benar-benar  merata di masayarakat dalam suatu daerah, jika tingkat kemiskinan tinggi maka pemabangunan didaerah tersebut akan terhambat. Kemiskinan dapat terjadi karena beberapa faktor yaitu tingkat pendapatan,pendidikan,kesehatan,lokasi geografis dan kondisi lingkungan yang begitu tidak rendah dan tidak memungkin kan. Kemiskinan yaitu kondisi dimana seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar nya untuk kehidupan yang lebih baik. Oleh sebab itu kemmiskinan harus segera diatasi agar pembanguan nasional tidak terganggu dengan ada nya kemiskinan. Karena itu peran pemerintah sangat lah penting untuk menanggulangi masalah kemiskinan ini. Berbagai upaya dan tindakan telah dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi masalah kemiskinan diantara nya dengan melalui sektor UMKM yang meliputi program KUR (Kredit Usah Rakyat)
Dan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) yang bertujuaan nya agar terciptanya iklim yang kondusif bagi pengembangan UMKM meliputi regulasi dan perlindungan usaha kemudian menciptakan sistemm penjamin bagi usaha mikro dan memmperbesar akses perkreditan pada lembaga keuangan. Di harapakan sektor UMKM dapat mengurangi angka kemiskinan.
Biasanya kemiskinan banyak terjadi di kota-kota besar, itu dikarna kan masyarakat yang tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya karena harga kebutuhan yang tinggi dan lapangan pekerjaan yang semakin terbatas akibat ada nya kepadatan penduduk dan mengakibat kan banyak pengganguran dikota-kota besar akibat banyak dari mereka kalah nya bersaing, akhirnya kemiskinan pun terjadi. Oleh sebab itu perlakuan pemerintah untuk menanggulangi masalah  kemiskinan disetiap daerah berbeda namun kebijakan yang dibuat oleh pemerintah walaupun berbeda tapi perlakuan nya adil dan merata untuk mengatasi masalah kemiskinan di setiap daerah.
Pemahaman mengenai kemiskinan:
  • Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
  • Gambaran tentang kurangnya penghasilan dankekayaan yang memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagianpolitik dan ekonomi di seluruh dunia.
Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
  • penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
  • penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
  • penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
  • penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
  • penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial..
 Berikut ini adalah upaya pemerintah untuk mengurangi dan mengatasi tingkat kemiskinan
  1. Meningkatkan pendidikan rakyat. Pendidikan adalah hal yang penting bagi masyarakat, hal ini telah di tunjukan pemerintah dimana program wajib belajar 9 tahun yang sudah dijalankan sejak beberapa tahun terakhir. Akan tetapi program ini masih belum menjangkau semua lapisan masyarakat miskin.
  2. Pembagian tanah/lahan pertanian untuk petani. Paling tidak separuh rakyat (sekitar 100 juta penduduk) Indonesia masih hidup di bidang pertanian. Menurut Bank Dunia, mayoritas petani Indonesia memiliki lahan kurang dari 0,4 hektar. Bahkan ada yang tidak punya tanah dan sekedar jadi buruh tani. Kadang terjadi tawuran antar desa hingga jatuh korban jiwa hanya karena memperebutkan lahan beberapa hektar!
  3. Tutup bisnis pangan kebutuhan utama rakyat dari para pengusaha besar. Para petani/pekebun kecil sulit untuk mengekspor produk mereka. Sebaliknya para pengusaha besar dengan mudah mengekspor produk mereka (para pengusaha bisa menekan/melobi pemerintah) sehingga rakyat justru bisa kekurangan makanan atau harus membayar tinggi sama dengan harga Internasional. Ini sudah terbukti dengan melonjaknya harga minyak kelapa hingga 2 kali lipat lebih dalam jangka waktu kurang dari 6 bulan akibat kenaikan harga Internasional. Pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa.
  4. Lakukan efisiensi di bidang pertanian. Perlu dikaji apakah pertanian kita efisien atau tidak. Jika pestisida kimia mahal dan berbahaya bagi kesehatan, pertimbangkan predator alami seperti burung hantu untuk memakan tikus, dsb. Begitu pula jika pupuk kimia mahal dan berbahaya, coba pupuk organik seperti pupuk hijau/kompos. Semakin murah biaya pestisida dan pupuk, para petani akan semakin terbantu karena ongkos tani semakin rendah.
  5. Data produk-produk yang masih kita impor. Kemudian teliti produk mana yang bisa dikembangkan di dalam negeri sehingga kita tidak tergantung dengan impor sekaligus membuka lapangan kerja. Sebagai contoh jika mobil bisa kita produksi sendiri seperti yang dilakukan siswa SMK di Solo Jawa Tengah yang sudah berhasil merakit mobil sendiri, sayangnya pemerintah kurang mendukung program ini disebabkan mobil karya siswa SMK ini tidak lolos uji emisi gas.
  6. Stop eksploitasi/pengurasan kekayaan alam oleh perusahaan asing. Kelola sendiri. Banyak kekayaan alam kita yang dikelola oleh asing dengan alasan kita tidak mampu dan sedang transfer teknologi. Kenyataannya dari tahun 1900 hingga saat ini ketika minyak hampir habis kita masih ”transfer teknologi”. Seharusnya kita harus membentuk SDM yang berkualitas agar dapat mengelola sendiri.
  7. Dukungan melalui pembiayaan sector mikro UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dimana dalam hal ini yang dimaksud adalah wirausaha. Sektor ini sangatlah berpeluang bagus bagi tumbuhnya perekonomian bangsa, dan disamping itu dapat menyerap tenaga kerja yang sangat banyak. Dengan kata lain hal ini dapat mengurangi angka pengangguran yang akan berdampak pada turunnya jumlah warga miskin di Indonesia.
Kemiskinan merupakan suatu bagian yang tak terpisahkan dari pola pembangunan yang telah di terapkan oleh pemerintah, kemiskinan akan terus hadir dengan jumalah yang luar biasa besar dengan tidak meratanya pembanguanan. Kemiskinan dapat terjadi bukan karna ketidakmampuan ekonomi saja tetapi karena tidak ada pemenuhan antara Hak atau kebutuhan dasar yng sangat penting seperti Pendidikan,kesehatan dan sarana aktualisasi diri. Pada sektor UMKM yang sudah teruji hingga sekarang ini menampakan peran penting dalam mengembangkan  Perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu maka peran UMKM  ditunjuk sebagai instrument yang kompetitif dalam menanggulangi kemiskinan. Dan bebrapa upaya yang menyangkut masalah pemberdayaan pada sektor UMKM  serperti KUR dan PNPM dapat terlaksana dan berjalan dengan lancar sehingga masalah kemiskinan di Indonesia dapat tertanggulangi sedikit demi sedikit dengan di barengi komitmen segenap komponen bangsa terlebih bagi pemerintah dengan program pemberdayaan masyarakat. Selain itu kita juga haru Optimis bahwa dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang ada kita mampu mnegurangi angka kemiskinan.

SUMBER :
 http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
http://www.infokeren.net/angka-kemiskinan-di-indonesia-tahun-2012-ditangani-mp3ki.html
http://infoindonesia.wordpress.com/2008/01/15/cara-solusi-mengatasi-kemiskinan-di-indonesia/