Kelas : 1EB08
NPM : 29211436
FAKTOR FAKTOR YANG MEMEMPENGARUHI INVESTASI DALAM PEREKONOMIAN SUATU NEGARA
“Faktor
apakah yang paling mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian di
suatu negara?” Hal ini perlu kita ketahui bersama agar negara
kita,yaitu Indonesia dapat menjadi salah satu tempat tujuan investor
dalam menanamkan modalnya. Seperti yang kita ketahui, aktivitas
investasi merupakan faktor yang sangat penting dalam menggerakkan dan
mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Namun ada berbagai
pertimbangan yang dirasa perlu oleh para investor yang membuat harapan
masuknya investasi, terutama investasi asing terkadang masih sulit untuk
diwujudkan di Indonesia. Faktor yang dapat mempengaruhi investasi yang
dijadikan bahan pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya, antara
lain:
1. Faktor kestabilan perekonomian suatu Negara,
2. Faktor perubahan dan perkembangan teknologi
3. Faktor tingkat suku bunga
4. Faktor prospek ekonomi di masa yang akan datang
1. Faktor Kestabilan Perekonomian Suatu Negara
Factor
kestabilan perekonomian suatu Negara yang dirasa penting bagi investor
dalam menjamin kepastian mereka berinvestasi. Mengenai masalah
kestabilan perekonomian, merupakan suatu pertimbangan yang penting dalam
melakukan investasi. Kabar baiknya adalah bahwa Indonesia, menurut
Kepala Ekonom DBS Bank David Carbon, saat ini menjadi salah satu negara
sasaran investasi yang ideal karena memiliki struktur perekonomian yang
cenderung stabil.
2. Factor Perubahan dan Perkembangan Teknologi
Faktor kemajuan teknologi juga penting dalam akan meningkatkan efisiensi produksi dan
mengurangi
biaya produksi. Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu
negara akan memberikan peluang lebih besar pula untukdapat mendorong
masuknya lebih banyak investasi.
3. Factor Singkat Suku Bunga
Faktor
ini juga tidak kalah pentingnya dalam menentukan tingkat investasi yang
terjadi dalam suatu negara. Apabila di suatu negara tingkat suku
bunganya rendah, maka tingkat investasi yang terjadi akan tinggi karena
kredit dari bank masih menguntungkan untuk mengadakan investasi.
Sebaliknya apabila tingkat bunga tingginya, maka investasi dari kredit
bank pun akan tidak menguntungkan.
4. Faktor Prospek Ekonomi di Masa yang akan Datang
Menurut hasil polling yang pada website beritadaerah.com, didapatkan hasil bahwa prospek ekonomi di masa datanglah yang merupakan faktor yang paling mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian suatu negara. Tidak dapat dipungkiri, harapan untuk adanya suatu peningkatan aktivitas perekonomian di masa datang merupakan salah satu faktor penentu untuk para investor dalam melakukan atau tidaknya suatu investasi. Jika diperkirakan akan terjadi peningkatan aktivitas perekonomian di masa yang akan datang, maka investor kemungkinan besar tidak akan menyia-nyiakan peluang yang memungkinkan untuk meraih keuntungan lebih besar di masa yang datang.
Menurut hasil polling yang pada website beritadaerah.com, didapatkan hasil bahwa prospek ekonomi di masa datanglah yang merupakan faktor yang paling mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian suatu negara. Tidak dapat dipungkiri, harapan untuk adanya suatu peningkatan aktivitas perekonomian di masa datang merupakan salah satu faktor penentu untuk para investor dalam melakukan atau tidaknya suatu investasi. Jika diperkirakan akan terjadi peningkatan aktivitas perekonomian di masa yang akan datang, maka investor kemungkinan besar tidak akan menyia-nyiakan peluang yang memungkinkan untuk meraih keuntungan lebih besar di masa yang datang.
Adanya
investasi dapat menjadi salah satu tolak ukur kemakmuran bagi suatu
negara dan juga masyarakatnya. Dengan adanya kegiatan investasi dapat
memungkinkan masyarakat untuk dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dan
memperoleh kesempatan kerja, sedangkan bagi negara, kegiatan investasi
dapat meningkatkan pendapatan nasional. Semuanya itu berujung pada satu
kata yaitu, “kemakmuran”. Mari kita berharap, ke depannya Indonesia akan
semakin baik lagi dan dapat menjadi salah satu tempat ideal bagi para
investor untuk melakukan kegiatan investasi.
B. FACTOR FACTOR PENENTU PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUK EKONOMI
Kesejahteraan
masyarakat dari aspek eknomi dapat diukur dengan tingkat pendapatan
nasional perkapita. Untuk dapat meningkatkan pendapatan nasional, maka
pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu target yang sangat penting yang
harus dicapai dalam proses pembangunan ekonomi. Oleh karena itu tidak
mengherankan jika pada awal pembagnunan ekonomi suatu Negara, umumnya
perencanaan pembangunan eknomi berorientasi pada masalah pertumbuhan.
Untuk Negara-negara seperti Indonesia yang jumlah penduduknya sangat
besar dan tingkat pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi ditambah
kenyataan bahwa penduduk Indonesia dibawah garis kemiskinan juga besar,
sehingga pertumbuhan ekonomi menjadi sangat penting dan lajunya harus
jauh lebih besar dari laju pertumbuhan penduduk agar peningkatan
pendapatan masyarakat perkapita dapat tercapai.Pertumbuhan ekonomi dapat
menurunkan tingkat kemiskinan dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan
pertumbuhan jumlah pekerja yang cepat dan merata. Pertumbuhan ekonomi
juga harus disertai dengan program pembangunan sosial (ADB, 2004
1. Factor Factor Penentu Prospek Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan
ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atau
suatu keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan
kesejahteraan. Karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan
sendirinya kebutuhan konsumsi sehari-hari juga bertambah setiap tahun,
maka dibutuhkan penambahan pendapatan setiap tahun. Ada beberapa faktor
yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada
hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu
faktor ekonomi dan faktor non-ekonomi.
Faktor ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sebagai berikut:
Ø Sumber saya alam
Ø Sumber daya manusia
Ø Sumber daya modal
Ø Keahlian atau kewirausahaan
Sumber
daya alam yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan
tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang dan hasil laut sangat
memengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal
penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan
kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi
sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses
produksi).Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan
nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang
besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi,
sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang
ada. Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah
bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk
menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang
modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan
ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan
produktivitas.
Faktor nonekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah sebagai berikut:
Ø Kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat
Ø Keadaan politik
Ø Kelembagaan
Ø System yang berkembang dan berlaku
2. Perubahan Struktur Ekonomi
Ada beberapa faktor yang menentukan terjadinya perubahan struktur ekonomi antara lain :
Ø Produktivitas tenaga kerja per sektor secara keseluruhan
Ø Adanya modernisasi dalam proses peningkatan nilai tambah dari bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi.
Ø Kreativitas dan penerapan teknologi yang disertai kemampuan untuk memperluas pasar produk/jasa yang dihasilkannya.
Ø Kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan dan pengembangan sektor dan komoditi unggulan
Ø Ketersediaan infrastruktur yang menentukan kelancaran aliran distribusi barang dan jasa serta mendukung proses produksi.
Ø Kegairahan masyarakat untuk berwirausaha dan melakukan investasi secara terus-menerus
Ø Adanya pusat-pusat pertumbuhan baru yang muncul dalam wilayah daerah
Ø Terbukanya perdagangan luar daerah dan luar negeri melalui ekspor-impor
Struktur
perekonomian adalah besar share lapangan usaha terhadap total PDRB baik
atas dasar harga yang berlaku maupun harga konstan. Dengan mengetahui
struktur perekonomian, maka kita dapat menilai konsentrasi lapangan
usaha yang sangat dominan pada suatu daerah. Biasanya terdapat hubungan
antara lapangan usaha dan penduduk suatu daerah. Menurut Teori Lewis,
perekonomian suatu daerah harus mengalami transformasi struktural dari
tradisional ke industri, yang ditunjukkan dengan semakin besarnya
kontribusi sektor non pertanian dari waktu ke waktu terhadap total PDRB.
Dalam kaitannya dengan transformasi struktural, beberapa hal yang perlu
mendapat perhatian adalah :
Pertama, kenaikan riil share pada sektor primer dapat saja dipahami apabila diikuti dengan peningkatan produktvitas yang ikut membawa dampak positif pada upah rata-rata, khususnya di sektor pertanian.
Kedua, perlu diupayakan peningkatan nilai tambah pada sektor sekunder, yakni industri pengolahan, khususnya industri skala kecil dan menengah yang dibangun dengan basis pertanian. Hal ini mengandung arti bahwa industri yang hendak dikembangkan harus dapat mendorong dan menyerap hasil dari sektor pertanian.
Ketiga, berkenaan dengan sektor tersier, hendaknya pengembangan sektor perdagangan harus terus dikembangkan dalam rangka memperluas pasar pada sektor primer dan sekunder, termasuk perdagangan yang bersifat ekspor (keluar daerah dan ke luar negeri). Sementara perkembangan sektor hotel, restoran harus dipadukan dengan pembangunan pariwisata guna menumbuhkan sektor tersebut dan industri pendukung wisata lainnya, seperti: transportasi, komunikasi, souvenier dan jasa hiburan. Di samping itu, pengembangan sub sektor tersier yang produktif harus terus ditingkatkan, misalnya melalui pembangunan pariwisata yang lebih intensif, transformasi dan revitalisasi sektor informal menjadi sektor formal yang lebih menekankan skill dan pengetahuan.
Pertama, kenaikan riil share pada sektor primer dapat saja dipahami apabila diikuti dengan peningkatan produktvitas yang ikut membawa dampak positif pada upah rata-rata, khususnya di sektor pertanian.
Kedua, perlu diupayakan peningkatan nilai tambah pada sektor sekunder, yakni industri pengolahan, khususnya industri skala kecil dan menengah yang dibangun dengan basis pertanian. Hal ini mengandung arti bahwa industri yang hendak dikembangkan harus dapat mendorong dan menyerap hasil dari sektor pertanian.
Ketiga, berkenaan dengan sektor tersier, hendaknya pengembangan sektor perdagangan harus terus dikembangkan dalam rangka memperluas pasar pada sektor primer dan sekunder, termasuk perdagangan yang bersifat ekspor (keluar daerah dan ke luar negeri). Sementara perkembangan sektor hotel, restoran harus dipadukan dengan pembangunan pariwisata guna menumbuhkan sektor tersebut dan industri pendukung wisata lainnya, seperti: transportasi, komunikasi, souvenier dan jasa hiburan. Di samping itu, pengembangan sub sektor tersier yang produktif harus terus ditingkatkan, misalnya melalui pembangunan pariwisata yang lebih intensif, transformasi dan revitalisasi sektor informal menjadi sektor formal yang lebih menekankan skill dan pengetahuan.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.bimakab.go.id/index.php?pilih=hal&id=34
http://irdye07.blogspot.com/2010/11/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-sejak.html
http://ekonomindo.blogspot.com/2009/04/pertumbuhan-dan-perubahan-struktur.html
http://www.seputarforex.com/artikel/forex/lihat.php?id=114
Tidak ada komentar:
Posting Komentar