Sebenarnya Indonesia
tidak perlu langkah-langkah atau kebijakan ekonomi. Yang kita perlukan adalah
langkah terobosan dalam etika politik. The problem is the politic values not
economic. Aparat kita miskin public service, miskin public accountability. Salah
satu contoh langkah terobosan dalam etika politik adalah dengan
mentransparankan asset para politisi dan birokrat. Setelah ada transparansi
kekayaan para pejabat, langkah berikutnya, adalah memperbaiki gaji para
birokrat agar mereka tidak korupsi dan melakukan kolusi. Tapi konsekuensinya,
kalau korupsi, mereka ditindak tegas. Saya akan minta para eksekutif dan
legislatif untuk mengumumkan kekayaan mereka. Kalau ternyata korupsi, ditindak
tegas. Sebenarnya tidak sulit untuk melakukan hal ini asal ada political will
untuk itu. Pelaksanaannya? Tinggal masalah teknis. Namun bila tidak ada iktikad
untuk mewujudkan birokrasi dan aparat yang bersih, apapun ide brilian yang
muncul akan sia-sia karena pikiran seolah-olah jalan, tapi itu artificial dan
tidak efisien, tidak ilmiah, tidak normal.
Menteri Perekonomian sering juga disebut Menko Perekonomian dengan kepanjangan
Menteri Koordinator Perekonomian. Dari namanya, kita bisa tahu bahwa tugasnya
adalah mengkoordinasi para menteri yang berhubungan dengan kemajuan perekonomian
Indonesia. Menko Perekonomian bertugas untuk mengkoordinasikan berbagai kementerian,
misalnya Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral,
Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian,
Kementerian Kehutanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan
Perikanan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Pekerjaan
Umum, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan
Menengah, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Perencanaan
Pembangunan Nasional, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Badan
Usaha Milik Negara. Sungguh banyak kementerian yang harus dikoordinasikan demi
kemajuan perekonomian Indonesia.
Selain itu, Menko Perekonomian juga bertugas membantu
presiden dalam menyinkronkan dan mengkoordinasikan perencanaan, penyusunan, dan
pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian, juga untuk mengelola barang
milik/kekayaan Negara yang menjadi tanggung jawab Kementerian Koordinator
Bidang Perekonomian., dan yang terpenting adalah mengawasi pelaksanaan tugas di
lingkungan menko perekonomian. Ternyata cukup banyak juga tugas bagi Menko
Perekonomian di Indonesia.
Seandainya saya menjadi Menteri Perekonomian, saya akan
berjuang untuk melaksanakan tugas yang seharusnya dikerjakan demi kemajuan
perekonomian di Indonesia. Saya akan mengkoordinasikan para menteri Negara dan
pimpinan lembaga pemerintah non kementerian dalam pelaksanaan tugas di bidang
perekonomian,. Saya juga akan berusaha untuk memecahkan permasalahan yang
terjadi di masyarakat, seperti misalnya harga suatu bahan pokok yang naik tajam
karena suatu hal, maka saya akan mencari tahu apa penyebab bahan pokok tersebut
yang tadinya murah menjadi mahal. Seperti kejadian yang baru-baru ini terjadi
adalah harga bawang yang naik tajam, harganya mencapai Rp 60.000 bahkan lebih,
per kilogramnya. Padahal biasanya tidak semahal itu, harganya kini menyaingi
harga daging sapi di pasaran. Hal ini sungguh mengherankan. Makanya saya akan
mencari jalan keluar agar harga bawang tersebut bisa terkendali dan kembal
seperti semula.
Selain itu, saya akan mengkoordinasikan dalam peningkatan
keterpaduan dalam penyiapan dan perumusan kebijakan pemerintah, penyusunan
rencana, program, dan kegiatan kementerian dan lembaga pemerintah non
kementerian di bidang perekonomian. Saya akan menyusun rencana suatu program
agar semua harga bahan pokok menjadi terkendali, tidak ada yang memonopoli lagi
agar warga kelas menengah ke bawah dapat bernapas lega karena tidak ada oknum
yang mempermainkan harga.
contoh Terjadinya
kenaikan harga bawang kemarin sama sekali tidak menguntungkan para petani
bawang. Pasalnya petani bawang tetap menjual dengan harga standar tetapi karena
ada tengkulak yang memonopoli harga maka terjadilah kenaikan harga. Tidak hanya
bawang, bahan pokok lain yang harganya naik drastis juga demikian sistemnya.
Oleh karena itu saya akan menugaskan anak buah saya untuk mencari
tengkulak-tengkulak yang memonopoli harga tersebut. Kemudian akan diproses
sesuai hukum yang berlaku.
Kemudian, saya juga akan menyampaikan laporan hasil
evaluasi yang saya lakukan terkait dengan masalah kenaikan harga tadi dan
kemudian disampaikan kepada presiden untuk dimintakan saran.
Tidak hanya itu, saya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian
Riset dan Teknologi. Sebenarnya warga Negara Indonesia banyak yang pintar dan
kreatif tetapi sayangnya masih kurangnya perhatian dari pemerintah. Seandainya
saja pemerintah memperhatikan dan mendukung, bukan tidak mungkin Indonesia bisa
menjadi Negara maju. Oleh karena itu, saya akan memperhatikan rakyatnya dengan
mendukung infrastruktur dan fasilitasnya lebih dilengkapi demi kemajuan
pendidikan. Jika fasilitas sudah memadai, anak bangsa yang berbakat dan jenius
bisa berkerja dalam riset untuk kemajuan teknologi, seperti misalnya dibuat
pesawat. Selain itu juga riset untuk mencari obat dari suatu penyakit. Jika
kita bisa melakukan ini sendiri, kita tidak usah bergantung lagi dengan Negara
lain.
Sumber : wikipedia.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar