Sabtu, 08 Juni 2013

Pengaruh kenaikan harga BBM terhadap Perekonomian Indonesia

                Pemerintah akan segera menaikkan harga BBM subsidi tahun ini (?). Nantinya harga bensin jenis premium tidak lagi sama dengan harga solar subsidi. Harga solar subsidi bakal lebih murah dari bensin premium.
                  Rencana pemerintah menaikkan harga BBM subsidi, dan juga soal rencana pemberian kompensasi ke rakyat miskin pasca kenaikan harga BBM subsidi tersebut harus seizin DPR agar pembahasan RAPBN-P 2013 bisa dipercepat. Adapun kompensasi tersebut adalah beras miskin (raskin), beasiswa miskin, program keluarga harapan (PKH), dan bantuan langsung tunai (BLT) yang namanya diganti menjadi bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM).
            Namun demikian, Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tahun ini diperkirakan dalam jangka pendek tentu akan berkontribusi pada melonjaknya angka inflasi sehingga mengoreksi pertumbuhan ekonomi yang pada gilirannya akan mempengaruhi kinerja perekonomian secara agregat.
                   Seperti pengalaman beberapa waktu sebelumnya, rencana kenaikan harga minyak ini juga berpotensi menimbulkan persoalan serius karena beberapa hal di mana rakyat selama ini merasa pemerintah selalu mengambil jalan pintas setiap kali ada kenaikan harga minyak internasional yakni menaikkan harga BBM domestik. Padahal, persoalan minyak di Indonesia ragamnya sangat banyak dan menghendaki perubahan yang mendasar.
          Dari sisi hulu, penguasaan asing mencapai sekitar 80% dari total produksi dan tidak ada tanda-tanda akan berkurang. Mereka berproduksi dengan kecenderungan terus menurun, tapi biaya pemulihan (cost recovery) terus menjulang tiap tahun (ini menjadi beban pemerintah).
         Impor minyak tidak langsung ditangani Pertamina, namun dikerjakan oleh Petral yang tidak langsung berhubungan dengan produsen langsung (negara) sehingga harga minyak impor lebih mahal. Rakyat marah kenapa ihwal semacam ini yang sudah berjalan puluhan tahun dibiarkan, tapi saat APBN dikatakan jebol selalu solusinya kenaikan harga BBM.
                     Pemerintah berargumentasi bahwa kenaikan harga BBM untuk menyelamatkan neraca perdagangan yang sejak 2012 mengalami defisit. Pertimbangannya, konsumsi BBM yang terus meningkat (di mana sebagian harus diimpor) membuat pembengkakan impor makin besar sehingga menyebabkan defisit neraca perdagangan.
      Tapi, pemerintah menyembunyikan satu data lainnya yang penting, sejak 2007-2011 (sebelum terjadi defisit perdagangan pada 2012) memang pertumbuhan ekspor nonmigas jauh lebih rendah ketimbang impor nonmigas. Selama kurun waktu itu pertumbuhan ekspor nonmigas hanya 14%, namun pertumbuhan impor nonmigas sebesar 22%.
         Dengan gambaran itu, sudah pasti tanpa ada kenaikan impor BBM pun dipastikan defisit neraca perdagangan akan terjadi, hanya soal waktu. Jadi, mestinya persoalan defisit neraca perdagangan tidak boleh dilokalisir hanya oleh sebab impor migas.
                   Kenaikan harga BBM sekarang ini sebenarnya juga merupakan momen yang tepat untuk mempersoalkan kembali sepak terjang swasta, terutama swasta asing, dalam sektor minyak Indonesia. Tidak sulit untuk membayangkan siapa sebenarnya yang diuntungkan oleh kenaikan harga BBM ini. Kalau harga BBM sudah seragam, sesuai dengan harga pasar, tidak ada lagi BBM bersubsidi dan non-subsidi, maka yang langsung mendapat keuntungan adalah pengecer minyak asing, seperti Shell, yang selama ini bersaing dengan Pertamina sebagai penyalur BBM bersubsidi. Semua ini tentu masih memerlukan pendiskusian lebih lanjut. Yang perlu disadari adalah bahwa sekalipun kita harus menolak kenaikan harga BBM, tapi hanya menolak saja sekarang ini sudah tidak cukup, kita juga harus mengajukan solusi alternatif.

Apakah pengaruh kenaikan BBM terhadap kondisi politik rakyat Indonesia?
Dalam kehidupan politik yang sedang berkembang di masyarakat saat ini
dilihat sebagai proses berjalannya demokrasi yang pluralis dengan
beragamnya budaya dan suku telah membuat proses demokrasi di Indonesia
dinilai sebagai suatu keberhasilan, namun masih terkendala dengan akses
informasi yang memadai dan transparansi kinerja Pemerintah Pusat dan
Daerah masih kurang memuaskan karena begitu banyaknya pejabat di
Pemerintahan yang terjerat perkara hukum seperti korupsi, suap, dan kasus
pidana lainnya. Pendapat publik terhadap kebijakan Pemerintah di DPR juga
masih kurang memuaskan dengan masih banyaknya skandal anggota dewan
yang terkait dengan korupsi, suap, bahkan opini publik banyak juga yang
memberikan anggapan bahwa lembaga ini seolah tidak mewakili kepentingan
rakyat tetapi telah menjadi mesin politik partai untuk meraih simpati rakyat
guna pemilu selanjutnya namun tidak sedikit pula anggapan yang menilai
bahwa anggota DPR adalah orang-orang yang cerdas, berintegritas dan
akuntabel yang akan menjadi ‘pioneer’ untuk melakukan perubahan yang lebih
baik bagi bangsa dan Negara Indonesia.

SIMPULAN DAN SARAN
             Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa, kebijakan pemerintah
dalam menaikkan harga BBM merupakan kebijakan yang positif, karena dapat
meningkatkan infrastuktur, perekonomian rakyat, penjaminan kesehatan,
pendidikan rakyat. Inilah yang menjadi PR penting bagi pemerintah dalam
upaya peningkatan kesejah teraan rakyat Indonesia, melalui pengawasanpengawasan yang ketat terhadap oknum-oknum yang dipilih rakyat untuk
duduk dikursi pemerintahan.
Akan tetapi hal ini bisa menjadi negative minimnya informassi masyarakat
terkait tujuan pemerintah mengambil kebijakan tersebut, dan masih
banyaknya ppihak yang pro dan kontra terhadap pengambilan keputusan
tersebut. Hal ini yang akan menjadikan kerusuhan dan kekacauan di
lingkungan social, politik bahkan dari pendidikanpun juga akan berpengaruh.
Dalam mengatasi kenaikan harga BBM pemerintah pasti memiliki tujuan yang
akan meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka sebagai masyarakat harus
mendukung penuh terhadap rencana-rencana yang dilakukan oleh
pemerintah. Dan pemerintah juga harus lebih tanggap dalam menghadapi
masalah yang ada di dalam negeri khususnya, sehingga masyarakat aman,
tenteram, makmur dan berbhineka tunggal ika.

DAFTAR PUSTAKA
http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=1731
http://www.yousaytoo.com/dampak-kebijakan-pemerintah-terkaitdengan-kenaikan-bbm/1999195
http://purnamabagus.blogspot.co.nz/2012/03/pengaruh-kenaikanbbm-pada-ekonomi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar