Skandal Century adalah kasus korupsi yang sangat
memalukan danjorok .mengenai skandal dana talangan Rp 6,7 triliun kepada Bank
Century.
Kasus dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun
kepada Bank Century kembali memanas. Apa tanggapan Anda?
Sebenarnya Century (Kasus Bank Century) kan
sederhana saja. Apa yang salah? Siapa yang harus bertanggung jawab? Kasus ini
kan karena ada pengeluaran uang yang tidak wajar. Ditelusuri di situ saja.
Siapa yang kasih perintah keluar uang? Uangnya ke mana? Jadi, simpel saja
.
Sebenarnya sangat mudah ya membuka kasus
ini?
Dalam banyak kesempatan, saya selalu katakan
seperti itu. Follow the money. Siapa yang kasih perintah keluar uang?
Kenapa harus dikeluarkan? Uangnya kemana? Kan gampang sekali itu.
Selain itu, dana bailout Bank Century kan
bukan uang kecil. Saya ingat persis, uang untuk Bank Century mencapai Rp 2,5
triliun hanya dalam dua hari. Kalau tidak salah harinya, antara Jumat, Sabtu
atau Senin. Setelah tanggal 20 atau 21 (November 2008).
cerita JK pada saat menjabat sebagai
walpres Bank Century seperti apa?
Setelah terjadi lonjakan talangan Bank Century,
muncul kepanikan. Barulah saya dilapori. Ini Bank Century seperti orang luka
kemudian dioperasi. Tapi, bukannya sembuh malah bleeding (pendarahan).
Kemudian dilaporkan ke saya. Pak bleeding. Ketika itu, saya tanyakan
kenapa bleeding? Kenapa harus dioperasi? Karena infonya, penyakit
ringan tapi kenapa operasi. Untuk talangan Bank Century, cuma butuh dana
sekitar Rp 630 miliar. Ternyata dalam dua hari uang yang keluar sudah Rp 2,5
triliun.
Kemudian, saya tanyakan siapa yang keluarin duit?
Siapa yang ngambil duit? Ya pemiliknya. Bahkan, Pak Boediono (Gubernur
BI) malah menyebut rampok. Saya balik tanya kenapa diizinkan uang dikeluarkan?
Saya pun keluarkan perintah untuk menangkap perampoknya.
Kelihatannya, harga untuk menyelamatkan
Bank Century, terlalu mahal?
Nah, dalam pemeriksaan selanjutnya, Robert Tantular
(pemilik Bank Century) mengatakan hanya butuh Rp 1 triliun. Lalu kenapa keluar
Rp 2,5 triliun dalam dua hari? Jadi mudah saja kan. Orang minta Rp 1 triliun,
tapi kok diberi lebih? Angkanya sampai Rp 6,7 triliun. Siapa yang beri
perintah?
Pengusutannya memang harus dimulai dari BI (Bank
Indonesia). Enggak perlu sampai periksa-periksa rapat dan segala macam. Saya
bilang, simpel saja kok.
KPK terkesan kesulitan dalam mengurai kasus
Bank Century, sehingga proses penyidikannya terus melambat. Komentar Anda?
Iya, mungkin memang begitu. Kalau soal data-data,
informasi atau dokumen kan sudah lengkap. Bahkan ada audit forenksi BPK, lebih
jelas lagi. Kesalahan serta pihak-pihak yang harus bertanggung jawabtidak ada.
Anda katakan Pak Boediono sempat menyebut
kasus Bank Century sebagai perampokan. Artinya BI kecolongan? Atau ada apa
sebenarnya?
Saya pernah sampaikan ceita ini di depan Pansus
Century DPR. Menjelang berhenti dari wapres, saya bertemu Sri Mulyani (saat itu
menkeu). Saya bertanya kenapa kau buat itu? Dia bilang, saya ditipu. Siapa yang
tipu? Dijawabnya BI. Menurut BI, dana yang diperlukan hanya sekitar Rp 600-an
miliar. Kacamata pemerintah dana segitu tidaklah besar. Toh nantinya dicatat
sebagai pinjaman. Ternyata kemudian menyedot hingga Rp 6,7 triliun. Dia (Sri
Mulyani) merasa tertipu.
Anda bisa percaya begitu saja?
Dalam rapat yang digelar malam hari (20-21 November
2008) diputuskan bailout Century sebesar Rp 630 miliar. Saat subuh,
barulah disetujui (bailout). Dalam realisasinya, disuntik dana,
banknya bukannya makin sehat. Tapi malah bleeding terus. Tentu saja,
ada yang merekayasa. Sehingga terjadi bleeding terus-menerus. Ini
harus diungkap, kenapa bisa bleeding terus? Siapa yang instruksikan untuk
suntik dana terus? Lalu, kemana uangnya?
Perkembangan terakhir, sampai kepada pernyataan
Anas di depan anggota Timwas Century DPR. Katanya Anas sebut beberapa nama baru
yang terlibat Century. Saya sendiri tidak tahu.
Dalam menggarap kasus KPK, publik banyak
yang meragukan keseriusan KPK. Kalau Anda sendiri bagaimana?
Itu perkiraan kalau penyidikan Bank Century di KPK
berjalan sesuai harapan masyarakat. Apakah kinerja KPK bisa cepat atau malah
lamban. Persoalan ini, tentu tidak hanya bergantung di pucuk pimpinan. Namun
bagaimana dengan penyidiknya. Nah, masalahnya para penyidiknya ini masih bisa
dikontrol dari jauh. Misalnya berkutat-kutat di penyidikan, alat bukti belum
lengkap, masih kurang
Anda sepertinya pesimistis dengan
independensi KPK?
Urusannya sederhana saja. KPK tinggal menelusuri
siapa otoritasnya kan jelas. Siapa yang tanda tangan dalam proses pencairan
dana bailout Bank Century. Pencairannya menggunakan apa, transfer atau
diangkut dengan truk. Siapa saja penerimanya. Sangat gampang sekali.
Apakah Presiden dimungkinkan mengusulkan
wapres baru apabila yang lama tersangkut kasus hukum?
Dalam konstitusi mengatur hal itu. Disebutkan
apabila presiden berhalangan tetap maka digantikan oleh wapres. Namun apabila wapres
berhalangan tetap maka presiden mengajukan dua nama untuk dipilih oleh MPR.
Dalam waktu 60 hari.
Kesimpulan
Didalam skandal century banyak para petinggi Negara
dan para pejabat yang tidak menyadari kesalahannya kurangnya kesadaran diri
untuk melihat anak bangsa yang akan meneruskan dan menjalankan negeri ini.
Mungkin yang ada dalam pemikiran mereka jika suatu Negara yang rusak mari kita
bersama menghancurkannya. Tapi sebenarnya mereka salah, bangsa Indonesia tidak
seburuk seperti yang mereka hayalkan. Disetiap UUD telah ditetapkan pasal yang
berlaku dan setiap masalah yang terjadi. Cuma merekanya saja yang tidak
mengerti cara menjalankan UUD itu, istilahnya mereka itu besar tapi tidak
memiliki akal .
Sumber :
Wikipedia.org
Tidak ada komentar:
Posting Komentar